Peringatan Pesta Pelindung Stasi St. Polikarpus

126

52688629_1285764438248007_6276112667421704192_n-1.jpg 52611639_1285760344915083_93184787275055104_n-0.jpg

Peringatan Pesta Pelindung Stasi St. Polikarpus

Bacaan – bacaan Kitab Suci pada Perayaan Ekaristi Minggu ini mengajarkan umat beriman untuk mampu mengasihi dan mengampuni orang – orang yang telah berbuat kurang baik kepada kita.
Bacaan Pertama berkisah tentang Daud yang tidak mendendam kepada Saul walau Saul amat membenci Daud. (1 Sam 26 : 2,7-9,12-13,22-23)

Dalam Bacaan Injil, Yesus meminta kita untuk mengasihi musuh dan berbuat baik kepada orang yang membenci kita. (Luk 6:27-38)
Pesan dua Bacaan tersebut selaras dengan pengalaman hidup Santo Polikarpus yang pada hari ini, Sabtu, 23 Pebruari diperingati oleh Gereja khususnya oleh Paroki Grogol, sebagai peringatan Pesta Pelindung Stasi St. Polikarpus.

St Polikarpus yang hidup di akhir abad pertama, diangkat sebagai Uskup Smyrna, Turki di usia tuanya. St Polikarpus dihukum mati dengan cara dibakar hidup – hidup karena menolak mengingkari imannya. St Polikarpus tidak mendendam kepada para algojo, tetapi mendoakan mereka.

Pastor Serfi Fangohoi MSC yang memimpin Perayaan Ekaristi pesta pelindung Stasi St Polikarpus mengajak umat mensyukuri perayaan ini dengan:
• Mengingat jasa orang – orang yang telah berjuang dan mengupayakan berdirinya Stasi St Polikarpus
• Umat membangun persekutuan, persaudaraan dan pengenalan akan Allah
• Semangat St Polikarpus dan para pendiri stasi harus terus dipelihara, dilanjutkan dan diperbarui

Perayaan Ekaristi menjadi lebih hidup dan berkesan dengan persembahan tarian dari anak – anak BIA serta Lagu – lagu bergaya nusantara oleh Paduan Suara Wilayah Grogol 2.

Setelah Perayaan Ekaristi, umat bersama Pastor, Dewan Paroki dan Dewan Stasi mengadakan ramah tamah berupa santap malam bersama dengan hiburan tarian dari ibu – ibu WKRI cabang St Kristoforus dan Vokal Grup OMK.
.
.
.
Komsos – Benny, Ridwan, Vivi, Alberto