Untuk pertama kalinya, Kerajaan Arab Saudi menerima kedatangan seorang tokoh senior Katolik Roma sekaligus Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-agama di Vatikan, Kardinal Jean-Louis Pierre Tauran.

Kunjungan Tauran dan delegasinya diterima langsung oleh Raja Salman bin Abdulaziz di Istana al-Yamamah pada Rabu (18/4/2018).

Dilansir dari Al Arabiya, selama pertemuan tersebut, kedua negara membahas pentingnya peran umat beragama dan budaya dalam menghalau konflik kekerasan, ekstremisme, dan terorisme untuk mencapai keamanan dunia.

Usai berkunjung ke Saudi, Tauran pada Jumat (27/4/2018) menyampaikan hasil kunjungan berjumpa dan berdialog dengan petinggi Saudi.

Business Insider mengutip dari Reuters mewartakan, Tauran menyampaikan kepada Pemerintah Saudi bahwa umat Kristen tidak dapat dianggap sebagai warga negara kelas dua.

“Saya pikir, semua agama dihadapkan pada dua bahaya, yaitu terorisme dan ketidakpedulian,” katanya kepada Vatican Radio.

“Selama pertemuan, saya sangat menekankan pada titik, di mana orang Kristen dan non-Muslim dibicarakan dengan baik di sekolah dan mereka tidak akan pernah dianggap warga kelas dua,” ucapnya.

Kehadiran Tauran juga disambut oleh Menteri Dalam Negeri Saudi Pangeran Abdulaziz bin Saun bin Naif bin Abdulaziz, Sekjen Liga Muslim Dunia Mohammed bin Abdul Kareem Al-Issa, dan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir, serta sejumlah petinggi Saudi lainnya.

Arab News melaporkan, Pangeran Abdulaziz dan Kardinal Tauran telah menandatangani perjanjian kerja sama kedua pihak.

Tauran memuji upaya Liga Muslim Dunia (MWL) untuk memperkuat hubungan dan membangun jembatan antar-agama.

“Saya menyadari upaya terus-menerus untuk membuat berbagai program, yang benar-benar mencerminkan arti nama (WML) yang sebenarnya. Bukan hanya kalangan umat Islam, tapi juga penganut agama lain khususnya Kristen, untuk tujuan bersama,” katanya.

Kesepakatan keduanya merupakan puncak dari perjanjian kerja sama sebelumnya yang ditandatangani WML dan Dewan Kepausan.

Pada September 2017, Sekjen WML berkunjung ke Vatikan, di mana Al-Issa bertemu dengan Paus Fransiskus dan Tauran.

Berdasarkan kesepakatan ini, kedua pihak setuju untuk membentuk komite kerja yang akan dipimpin oleh kardinal dan Al-Issa, yang bakal mempromosikan dialog dunia tentang ras, agama, dan budaya.

Selain itu, menyerukan penguatan hubungan antara penganut Kristen dan Islam untuk membangun relasi yang bermanfaat berdasarkan rasa saling menghormati dan perdamaian. (Source: internasional.kompas.com/read/2018/04/29/18122591/pertama-kali-tokoh-senior-katolik-berkunjung-ke-saudi-apa-hasilnya)

Sebuah Sejarah Baru: Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Antar-agama di Vatikan, Kardinal Jean-Louis Pierre Tauran temui Raja Salman
Silahkan memberi Rating!