Komisi KOMSOS KAJ bekerjasama dengan BBDO Indonesia mengadakan Pelatihan Optimasi Website Berpengunjung Banyak

696
Komisi KOMSOS KAJ bekerjasama dengan BBDO Indonesia mengadakan Pelatihan Optimasi Website Berpengunjung Banyak
Silahkan memberi Rating!

KAJ.or.id – Tak dapat dipungkiri bahwa kehadiran piranti digital dalam kehidupan manusia dewasa ini telah mengubah perilaku baik pribadi maupun institusi. Salah satu fakta di dunia ekonomi saat ini telah terjadi perubahan pola kepemilikan ekonomi dari owning economy ke sharing economy. Ini merupakan salah dampak positif yang mengarah kepada semangat gotong-royong serta semangat kewirausahaan yang bersifat social. Dampak lanjutnya adalah lahirnya generasi terkoneksi. Para pihak yang tidak menyadari perubahan ini akan tergusur tak terkecuali perusahaan yang telah memiliki brand besar. Nah, bagaimana KAJ menyikapi kemajuan dan perubahan ini? Apakah bisa Gereja KAJ memanfaatkannya untuk mempromosikan “produk/jasa” yaitu Iman Katolik? Mewartakan Kabar Gembira Allah?

IMG_1608

Dalam pertemuan para pegiat Komsos KAJ dengan perusahaan yang telah mendalami dan memanfaatkan kedahsyatan digital ini yaitu BBDO Indonesia di Kota Kasablanka (Kamis, 28 Juli 2016) semua sepakat bahwa hidup manusia saat ini tidak bisa dilepaskan lagi perkembangan teknologi digital. Dunia usaha tidak sekedar promosi brand mereka tetapi juga mempromosikan relasi atau jaringan “Siapa teman saya bicara dan apa yang perlu mereka tahu menyangkut produk atau jasa kami,” ungkap Ezra, yang menangani bidang analisa dan strategy perusahaan iklan digital BBDO. Ezra sangat menekankan betapa powerful-nya piranti digital ini dan perkembangannya pun begitu cepat, dan semakin diminati generasi muda saat ini. Ezra juga sangat yakin bahwa perangkat digital ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan gereja terutama dalam mendukung tugas para pegiat Komunikasi Sosial (Komsos).

IMG_1577

Ezra memberi beberapa kunci keberhasilan dalam memanfaatkan piranti digital yaitu menetapkan objektif yang jelas, menentukan siapa sasaran audience yang dituju, apa pesan utama yang ingin disampaikan dan kemudian memilih channel yang akan digunakan.  Semakin  relevan dan  kreatif dalam mengemas pesan-pesan yang ingin disampaikan akan semakin efektif pekerjaan yang kita lakukan.

Pentingnya memanfaatkan piranti digital karena saat ini 80% pengguna internet adalah generalis millennial (generasi Z) yang kini berada di usia di bawah 35 tahun. “Saat ini lebih dari setengah populasi Indonesia berada di bawah usia 30 tahun. Karena itu saat ini disebut sebagai net era,” ungkap Ezra. Perusahaan-perusahaan besar saat ini sedang bermetamorfosa untuk memanfaatkan piranti digital.

IMG_1581

Teknis Penerapan Optimasi Website

Di sisi lain Wanda rekan Ezra juga menegaskan bahwa generasi net saat ini paling tidak meluangkan waktunya untuk online selama 4 jam 42 menit per hari. Demikian juga dengan penggunaan social media lain seperti Whatsap yang rata-rata digunakan selama 3 jam 33 menit  per hari. Peran tv pun kini mulai menurun hanya digunakan rata-rata 2 jam 22 menit yang sudah jauh lebih tinggi disbanding penggunaan social media lain yang rata-rata digunakan 2 jam 51 menit per hari. Dengan gambaran ini maka evangelisasi juga bisa dilakukan efektif lewat WA dan internet.

IMG_1587

Secara teknis Wanda juga memberikan tips-tips optimasi suatu website agar memperoleh pengunjung yang banyak. Salah satunya pemanfaatan teknik Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM). Dalam kaitan SEO yang sangat ditekankan adalah speed page loading suatu website haruslah cepat. Artinya ketika dibuka menggunakan koneksi internet lambat, suatu website juga dapat terbuka dengan sempurna. Kemudian suatu website haruslah mobile friendly,  artinya suatu website harus bisa dibuka dengan mudah di gadget berukuran kecil dan mudah terbaca seluruh kontennya. Selanjutnya terkait SEM, pemasangan iklan berbayar via Google, Yahoo, BING, Facebook , dsb sangat direkomendasikan agar sasaran pengunjung yang kita dapatkan betul-betul tertarget.

IMG_1592

Untuk mendukung teknik SEO dan SEM dibutuhkan data akurat dari prilaku pengunjung website kita dan sasaran calon pengunjung website kita. Untuk itu kita perlu memasang Google Analytics pada Website kita agar kita mempunyai data kira-kira apa saja yang dicari oleh pengunjung kita dan pada jam-jam apa saja mereka berkunjung. Kita juga dapat mengetahui apakah mereka mengunjungi website kita lebih dari 10 detik, 1 menit atau bahkan hanya 3 detik. Jika pengunjung hanya datang sebentar maka perlu dievaluasi apakah ada yang salah dari website kita sehingga pengunjung buru-buru close.

Sisi Pastoral Komunikasi Sosial (KOMSOS)

IMG_1580

Memang selain membawa kemudahan piranti digital juga membawa dampak yang negatif. Dampak inilah yang kemudian mempengaruhi secara langsung bagi pengembangan pastoral keluarga yang utuh dan terpadu, kualitas pelayan pastoral dan keder awam serta upaya peningkatan katekese dan liturgy yang hidup dan memerdekakan. Gereja tidak sekedar mempunyai website doang dengan pengunjung yang sedikit. Memiliki website dan media sosial sudah pasti jelas dibutuhkan Gereja. Tetapi mendatangkan pengunjung dan aktif menyebarkan Kabar Gembira sangat ditekankan. Percuma mempunyai website dan Sosial media tetapi tidak terurus atau terupdate!

Gereja tidak bisa hanya menjadi pengamat kemajuan dunia digital. Gereja harus terjun dan terlibat menjadi aktivis yang membawa pesan-pesan injili ke ranah digital. Gereja tidak boleh hanya diam saja. Gereja memiliki kemampuan dan itu juga berarti tanggung jawab untuk menyebarluaskan Injil dengan cara apa saja. Ingat kemajuan teknologi infotmasi/komunikasi yang begitu pesat telah memudahkan setiap orang utuk terhubung dan memiliki akses yang begitu mudah ke seluruh penjuru dunia dengan cepat bahkan secara real time. Ayoo kita hadirkan Gereja di Perangkat Gadget anda. Jangan kita biarkan Gereja kita semakin jauh dari umat hanya karena umat kita sudah melek digital online sedangkan Gereja hanya berdiam diri saja di ranah offline. Semoga.

 

Sonar Sihombing
Anggota Komisi Komsos KAJ