Paus Fransiskus bertemu Tokoh Islam Sunni Mesir, Imam Besar dari Al-Azhar
Silahkan memberi Rating!
Paus Fransiskus, Tokoh Islam Sunni Mesir, Imam Besar dari Al-Azhar, 23 Mei 2016, Sheikh Ahmed al-Tayeb
Pope Francis (L) is to receive the spiritual leader of the world’s Sunni Muslims, Sheikh Ahmed al-Tayeb (R), at the Vatican. (Photo: AFP/Kenzo Tribouillard, Filippo Monteforte) http://www.channelnewsasia.com/news/world/azhar-imam-to-urge/2807634.html

KAJ.or.id – Paus Fransiskus melakukan pertemuan bersejarah dengan imam besar dari Al-Azhar, Kairo, Mesir, hari ini Senin, 23 Mei 2016, di Vatikan. Itu dianggap bersejarah karena sebelumnya belum pernah terjadi pertemuan antara pemimpin umat Katolik di dunia dan otoritas tertinggi dalam Islam Sunni.

Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin masjid dan lembaga pendidikan utama Islam yang paling bergengsi di dunia. Sedangkan Paus Fransiskus merupakan pemimpin dari 1,2 miliar warga Katolik di dunia.

“Pertemuan ini sudah disiapkan dan dijadwalkan digelar pada Senin 23 Mei. Ini adalah pertemuan pertama kedua pemimpin,” kata juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 20 Mei 2016.

Kunjungan ini sangat simbolis dan berlatar belakang peningkatan dalam hubungan di antara kedua tokoh agama setelah terjadi ketegangan cukup serius akibat pidato Paus Benediktus XVI, pendahulu Paus Fransiskus.

Hubungan memburuk ini diawali oleh pidato Paus Benediktus pada 2006 yang menganggap Islam terkait dengan kekerasan. Pernyataan ini memicu protes di beberapa negara dan penyerangan terhadap umat Katolik.

Dialog perdamaian dimulai tahun 2009, tapi dihentikan Al-Azhar pada 2011, ketika Benediktus menyerukan perlindungan terhadap minoritas umat Kristiani seusai serangan bom di sebuah gereja di Alexandria, Mesir. Seruan tersebut dianggap mengintervensi dan mencampuri urusan dalam negeri Mesir.

Hubungan ini terus meningkat sejak Fransiskus menjadi paus pada 2013 dengan dialog antariman kepercayaan dijadikan agenda awal kepemimpinannya. Dialog pun dilakukan saat penutupan bulan suci Ramadan pertama pada masa kepausannya.

Hubungan semakin baik dan menjurus ke perbincangan kerja sama sehingga terjadi pertemuan bersejarah ini setelah beberapa kali Paus memberikan komentar yang membela umat Islam.

Bahkan paus berusia 79 tahun tersebut menjadi berita utama pada April lalu ketika ia kembali dari perjalanan ke pulau penampungan imigran Timur Tengah dan membawa serta tiga keluarga muslim Suriah yang sedang disiapkan Vatikan untuk mengajukan permohonan suaka di Italia. (tempo.co & channelnewsasia.com)