Romo Lambertus Somar MSC: “Selama Ini Buta”

4094
Romo Lambertus Somar MSC: “Selama Ini Buta”

Sosok Rm SomarRomo Lambertus Somar MSC menyadari bahwa dia diberikan karunia untuk melayani orang-orang sakit di tahun sejak 35 tahun yang lalu. Sejak itu ribuan pasien dilayaninya.  Di tahun 1995, ia mulai menerima penderita narkoba. Mula-mula, hanya 1 penderita narkoba perbulan, kemudian tiap minggu, dan lama-lama tiap hari. Setelah lebih fokus menangani masalah narkoba, baru ia sadar bahwa selama ini ia buta.

Tak melihat bahwa di umat banyak masalah keluarga. Dari keluarga bermasalah,  inilah awal penggunaan narkoba terjadi. Karena itu, ia sangat mengharapkan agar paroki-paroki, melalui Seksi Kerasulan Keluarga, bisa lebih banyak kegiatan menyebar luaskan gerakan hidup sehat, termasuk pencegahan pemakaian narkoba. Melalui Yayasan Kasih Mulia yang didirikannya, Romo Somar sedang menyusun modul-modul pelatihan yang nantinya bisa digunakan di paroki-paroki.

Ia juga mendambakan agar para pastor paroki, secara rutin, misal 2 hari dalam seminggu,  mengunjungi umat. Hubungan yang akrab antara pastor dan umat membantu banyak dalam menyelesaikan masalah keluarga.  “Sebagai pastor, saya merasakan, bahwa kita lebih banyak bicara dari pada bersedia mendengarkan. Padahal mendengarkan itu penting”, ujarnya dengan lembut.

Romo Somar yang saat ini berusia 82 tahun, masih penuh enerji. Di papan tulis , tercantum jadwal padatnya selama seminggu. Mulai dari menerima pasien, menengok panti rehabilitasi narkoba, memberikan latihan, rapat, mengadakan kunjungan. Email Romo Somar:  drugkp_ykm@yahoo.co.id. (*)