Seksi Komsos Paroki Se-KAJ bergerak bersama menyambut Tahun Syukur dan APP 2015

452
Seksi Komsos Paroki Se-KAJ bergerak bersama menyambut Tahun Syukur dan APP 2015
Silahkan memberi Rating!

Romo Vikjen Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Rm. Samuel hadir dalam Temu Pegiat (aktivis) Komunikasi Sosial (Komsos) dari seluruh paroki KAJ pada 30 November 2014 di Katedral Jakarta. Dalam kesempatan itu Vikjen mensosialisasikan struktur organisasi baru di KAJ serta sosialisasi Tahun Syukur dan Tahun Hidup Bakti 2014-2015.  “Seluruh perubahan struktur organisasi di KAJ ini  bertujuan untuk lebih membuka peluang dan mengajak seluruh umat, seluruh kelomopok ikut serta berpartispasi, bersinergi guna meujudkan tranformasi yang progressif dalam mengabdi kepada umat Allah dan masyakat. Jadi umat Allah adalah bos dan kita semua aktivis termasuk para romo dan uskup adalah pelayan. Tetapi kita tidak sekedar melayani melainkan melakukan karya gereja membangun kerajaan Allah dengan sukacita Injili,” tandas Rm. Samuel.

TK11-1
Sutradara dan Artis Film Layar Lebar “NADA untuk ASA”

 
 

Dalam hal inilah Komsos memegang peran penting. Komsos harus menjadi pelaksana fungsi marketing sehingga umat mau dan tahu serta mampu melaksanakan dan meujudkan misi ini. Paus Fransiskus telah menunjukkan peran kenabian itu dengan menerjemahkan segala kebijakan dan pewartaannya menggunakan bahasa yang sederhana. Bahasa sederhana dimaksud adalah bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti oleh umatnya. Ini sebuah terobosan yang luar biasa. “Komsos pun harus berani dan mampu melakukan hal itu. Para pegiat ini harus mampu menghangatkan dinamika menggereja yang selama ini masih terasa dingin. Bila perlu harus mampu memperdebatkan hakikat iman itu sendiri, sehingga semakin dalam dimengerti dan semakin mudah dibahasakan dan disebarkan kepada umat. Berani menerobos sekat-sekat yang selama ini kurang menggambarkan keadilan,” tandas Rm. Samuel.

TK09-1
Sutradara dan Artis Film Layar Lebar “NADA untuk ASA”
 

Lantas Rm. Samuel memberi contoh langkah seorang romo untuk membuka hubungan dengan umat Islam dengan membagikan kain kafan. Ide ini sangat kreatif dan mengena. Terobosan-terobosan seperti inilah yang kita butuhkan guna samakin menjadi persaudaraan sejati dengan pihak lain. Komsos juga harus berani mempertanyakan mengapa tidak semua umat yang meninggal dan hanya orang terkenal yang disemayamkan di gereja? Bukankah ini bertentangan dengan evangelisasi Yesus yang tanpa diskriminasi melainkan dengan sukacita injili dan keberanian? Apakah dengan prinsip evangelisasi injili yang penuh sukacita pegiat Komsos masih terus mengangkat berita-berita perpecahan, berantam (seperti Golkar)? Mengapa umat lebih ringan tangan membantu pendanaan pembangunan gereja ketimbang membantu pendanaan umat yang hendak melaksanakan retret? Apakah kita mau seperti kejadian di Eropa yang memiliki gedung-gedung gereja mewah tetapi tak memiliki umat?

Agar semangat evangelisasi Yesus itu bertumbuh dengan baik, Rm. Samuel juga menganjurkan Komsos harus berani membuat perubahan struktur sesuai kebutuhan. Juga yang tak kalah penting adalah para pegiat harus terus mengembangkan sumber daya manusia di Komsos. “Sehingga tidak ada hukum ketergantungan hidup matinya Komsos di tangan Anda,” tandas Rm. Samuel. Dia berharap akan semakin banyak pihak yang terlibat di Komsos akan semakin memudahkan kita menyebarluaskan kabar gembira Yesus Kristus. Intinya kaderisasi pegiat Komsos harus terus dikembangkan sekaligus evaluasinya. “Saya berharap para pegiat Komsos tidak seperti orang yang baru pulang dari pemakaman. Sebaliknya para pegiat Komsos harus tetap penuh sukacita,” harap Rm. Samuel.

TK07-1
Sutradara dan Artis Film Layar Lebar “NADA untuk ASA” bersama Rm Vikjen, RD. Samuel Pangestu, serta Pengurus Komsos KAJ
 

Dalam waktu dekat KAJ mengharapkan seluruh paroki sudah memberikan hasil evaluasi pelaksanaan Arah Dasar Pastoral (ARDAS) 2011-2015. Hasil evaluasi itu sudah harus masuk ke KAJ sebelum 31 Mei 2015. Berdasarkan hasil evaluasi ini KAJ akan menyusun ARDAS baru paling lambat sudah selesai Juli 2015. “Disini pun peran pegiat Komsos sanagt diharapkan mulai pengumpulan data, risetnya serta membantu membuatkan laporan evaluasi itu. Jadi kehadiran seksi Komsos di paroki itu sangat berguna,” ungkap Rm. Samuel.

Peran lain yang diungkapkan oleh Ketua Komisi Komsos KAJ Rm. Harry Sulistio adalah peran aktif komsos paroki dalam ber-evangelisasi lewat media-media sosial maupun komersil. Rm. Harry mengungkap contoh kongkrit yang dilakukan oleh Komsos Paroki Maria Bunda Karmel. “Setiap hari mereka meng-upload renungan harian  yang dibawakan romo di youtube lengkap dengan naskah bacaan Kitab Sucinya. Ini sesuatu yang sangat membanggakan. Ini semua gratis karena memanfaatkan media sosial yang ada untuk menyampaikan kabar gembira ke seluruh dunia,” puji Rm. Harry.

Rm. Harry juga mengatakan bahwa kini telah ada komunitas baru pendamping Komsos KAJ yaitu Sahabat Psositif. Komunitas ini  keanggotaanya terbuka, Komsos KAJ ingin mengajak lebih banyak orang terlibat dalam Pastoral Evangelisasi. “Lewat sarana ini kita mencoba keluar dari kelompok seiman dan masuk ke kelompok terbuka. Lewat komunitas ini kita mencoba terus menggerakkan banyak orang  untuk mengembangkan nilai-nilai universal. Contoh kongkrit yang dalam waktu dekat akan dirilis film “Nada dan Asa” yang terma utamanya adalah menghormati kehidupan dan menghargai martabat manusia. Film ini pun dibintangi artis-artis dari berbagai latarbelakang agama karena nilai yang dibawakan adalah nilai universal. Para pegiat Komsos silahkan masuk sebagai anggota,” tandas Rm. Harry.

TK08
RD. Harry Sulistyo, Ketua Komsos KAJ (Saat memberikan Presentasi tentang Peran Penting Komsos bagi Evangelisasi Baru”
 

Selain itu Komsos KAJ juga telah menjalin banyak kerjasama dengan berbagai media nasional baik radio maupun televise. Untuk mengisi jam tayang itu semua diharapkan partisipasi dari komsos-komsos paroki maupun dekanat. “Silahkan Komsos paroki maupun dekanat membuat program untuk mengisi jam tayang yang sudah kita punya,” ajak Rm. Harry.

Dalam kesempatan itu juga Rm. Harry mengungkapkan dalam rangka penutupan tahun pelayanan 2014 dan membuka tahun syukur dan hidup bakti 2015 Komsos telah menyiapkan sebuah acara khusus yaitu perayaan ekaristi bersama pada 3 Januari 2015. Dalam ekaristi tersebut akan diundang seluruh imam yang berkegiatan di KAJ  berjumlah sekitar 400 orang. “Pada kesempatan itu akan dilakukan pelepasa burung merpati dan pembagian Salib Gembala Baik ke seluruh paroki se-KAJ,” jelas Rm. Harry. Salib ini adalah salib yang tidak tegak berdiri melainkan terlentang di altar.

 

Sonar Sihombing.