Data Statistik Vatikan 2012: “Jumlah Umat Katolik, Imam, Diakon, dan Religius Pria Meningkat, Tetapi Jumlah Suster Biarawati dan Calon Imam Menurun”
Silahkan memberi Rating!

Dua hari lalu (5/5), Catholic Herald melansir berita terkait dikeluarkannya data statistik Vatikan dari Buku Tahunan Statistik Gereja Katolik terkait jumlah umat Katolik, imam, diakon tetap, religius pria, biarawan dan biarawati di seluruh dunia, hingga 31 Desember 2012.

Disebutkan bahwa jumlah umat Katolik, imam, diakon tetap dan religius pria/biarawan di seluruh dunia, semua menunjukkan peningkatan tahun 2012, sementara sebaliknya jumlah suster biarawati dari berbagai terekat terus menurun, demikian diungkap Catholic Herald berdasar statistik Vatikan terbaru.

Ada tambahan catatan bahwa terjadi juga penurunan untuk pertama kali secara global, terkait jumlah Calon Imam. Penurunan ini terjadi untuk kali pertama dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga akhir tahun 2012, umat Katolik di seluruh dunia telah mencapai 1,228 miliar, tambah 14 juta atau 1,14 persen, sedikit melampaui tingkat pertumbuhan populasi global, seperti tahun 2013, yang diperkirakan 1,09 persen. Gereja Katolik memiliki persentase populasi global yang tidak berubah di tahun sebelumnya yakni sekitar 17,5 persen. Kemudian selama tahun 2012, sekitar 16,4 juta orang dibaptis baik bayi maupun orang dewasa.

Buku itu juga melaporkan para uskup di seluruh dunia berjumlah 5.133 orang. Total jumlah imam – diosesan dan religius – di seluruh dunia bertumbuh dari 413.418 menjadi 414.313, dengan sedikit peningkatan di Afrika, meningkat di Asia, dan sedikit penurunan di Amerika, Eropa dan Oseania. Asia memiliki pertumbuhan 13,7 persen dalam jumlah imam antara tahun 2007 dan akhir tahun 2012.

Diakon tetap dilaporkan berjumlah  42.104 orang,  meningkat lebih dari 1.100 dibanding tahun sebelumnya, dan 17 persen peningkatan sejak tahun 2007. Sebagian besar – lebih dari 97 persen – dari diakon tetap berada di Amerika atau Eropa.

Jumlah bruder menunjukkan pertumbuhan 0,4 persen di seluruh dunia – mencapai 55.314 pada akhir tahun 2012. Pertumbuhan sedikit terlihat di beberapa benua kecuali Amerika.

Sedangkan jumlah suster menunjukkan penurunan. Total dari 702,529 suster sementara dan permanen dan jumlah suster tahun 2012 menunjukkan penurunan 1,5 persen dari tahun sebelumnya dan penurunan 5,9 persen sejak tahun 2007.

Selain itu jumlah calon imam – baik diosesan maupun ordo religius – yang telah mencapai studi filsafat dan teologi, juga menunjukkan penurunan untuk kali pertama sejak 2003. Jumlah calon imam menurun menjadi 120.051 orang pada akhir tahun 2012 dibandingkan 120.616 di akhir tahun 2011.

Peningkatan dilaporkan di benua Afrika dan Asia, meskipun kenaikannya kecil; Afrika memiliki 245 calon imam tahun 2011 dan Asia melaporkan 179 calon imam di tingkat terakhir.

Lebih lanjut menurut buku tahunan itu, persentase umat Katolik tertinggi berada di Amerika dimana mereka memiliki 63,2 persen dari populasi di benua itu. Sedangkan Asia memiliki jumlah terendah dengan 3,2 persen dari jumlah populasi benua tersebut.

Buku tahunan Statistik Vatikan tersebut juga menyebutkan bahwa ada sekitar 4,8 juta umat Katolik yang tidak bisa didata, karena mereka berada di negara-negara yang mengekang keras kehidupan beragama sehingga tidak bisa memberi laporan. Negara tersebut antara lain China dan Korea Utara.

China akan Menjadi Negara Kristen Terbesar di Dunia pada Tahun 2030

Secara resmi negara Republik Rakyat China adalah sebuah negara Komunis, namun hal itu beberapa dekade terakhir berubah dengan sangat cepat, karena sekitar 1,3 miliar penduduknya justru lebih mencari makna hidup dan kedamaian spiritual dari pada menerima tawaran komunisme dan kapitalisme, demikian sebuah berita yang dirilis oleh Telegraph, terkait populasi umat kristiani di negara tersebut.

Komunitas Kristiani bertumbuh pesat sejak sebuah Gereja pertama kali didirikan setelah kematian Pimpinan Mao pada 1979.

“Menurut perhitungan saya, RRC ditakdirkan menjadi Negara Kristiani terbesar di dunia, bukan hanya terbesar dalam hal kemajuan ekonomi,” tegas Prof. Fenggang Yang, Guru Besar Sosiologi Univ. Purdue, yang menulis sebuah buku Religion di Cina: Survival and Revival under Communist Rule.

Lanjut Prof. Yang, bahwa pada 2030, populasi umat Kristen termasuk Katolik di Tiongkok akan melampaui 247 juta, itu berarti berada di atas Mexico, Brazil dan bahkan Amerika.

“Mao berpikir bahwa dia bisa memusnahkan agama. Dan dia berpikir bahwa usaha itu sudah lengkap dan berhasil,” tandas Prof Yang, “Padahal keliru. Ini ironis, bahwa justru sebenarnya kegagalan merekalah yang lengkap dan berhasil.”