Rapat Kerja Komisi-Komisi dan PEMIKAT KAJ, 25-27 Okt 2012
Silahkan memberi Rating!

Rapat Kerja Komisi dan Pemikat 2012

 

Rapat Kerja Komisi-Komisi dan PEMIKAT KAJ, 25-27 Okt 2012 di Rumah Doa Guadalupe, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Fokus: Menyusun Pedoman Reksa Pastoral dan Program Kerja Komisi-Komisi dan PEMIKAT KAJ.

 

Evaluasi Refleksi Karya Pastoral Komisi dan Pemikat KAJ 2012 (Fasilitator Rm Vikjen, RD. Yoh. Subagyo dan Bpk. Sunar Wibowo)

Berikut Notulen Sementara:

Rm. Vikjen, RD. Yoh. Subagyo

Lambang Tahun Iman: Perahu yang mengarungi dunia bersama-sama jadi bukan ekslusif.

Pertanyaan-Pertanyaan refleksi:

  1. Apakah dimensi Komisi dan Pemikat masing-masing saling terkait dan sinergis?
  2. Siapakah yang dilayani?
  3. Apakah yang dilayani (umat) sungguh-sungguh merasa didampingi?

Berpastoral harus ada relevansi dan signifikansinya. Untuk itu beberapa hal yang harus kita sadari adalah:

Adanya kesadaran bahwa semua sumber daya kita (tenaga, keuangan, waktu) adalah sangat terbatas.

Sehingga semua resources itu harus kita atur dan batasi sedemikian rupa.

Untuk itu kita harus memikirkan program dan kebijakan yang betul-betul strategis.

Terkait dengan hal ini kita harus memperhatikan peran komisi-komisi berikut:

  1. Komisi dan Pemikat harus menjadi Inspiratoryang menawarkan sesuatu yang bisa kita lakukan bersama-sama secara pastoral.
  2. Komisi dan Pemikat harus menjadi Animator yang menjiwai semua reksa pastoral sesuai dimensi masing-masing.
  3. Komisi dan Pemikat harus kemudian menjadi Koordinator yang bukan menjadi pelaksana tapi sudha menjadi coordinator dari setiap kegiatan atau kelompok-kelompok.
  4. Komisi dan Pemikat harus akhirnya juga menjadi Fasilitator yang memfasilitasi semua kegiatan-kegiatan pastoral diantara umat.

 

Pak Sunar Wibowo

Melakukan perhitungan rata-rata terhadap survey yang dibagikan kepada peserta Komisi dan Pemikat. Hasilnya:

Menyangkut iman dan pedoman kinerja Komisi dan Pemikat mendapat skor baik (3,3)

Namun menyangkut realisasi dan kontekstual mendapat skor kurang baik (2,6).

Dari hasil ini terasa bahwa kita baru sampai pada tataran wacana belaka belum sepenuhnya terwujud.

Hal lainnya yang menjadi catatan merah juga selain rendahnya aktualisasi program yang betul-betul menyentuh umat adalahnya Komisi dan Pemikat belum sepenuhnya memiliki sistem pastoral berbasis data yang betul-batul akurat, kemudian kerjasama antar Komisi dan Pemikat masih belum sepenuhnya terjadi.