Gagasan Kandang/Gua Natal
Silahkan memberi Rating!

Sdr/Sdri Terkasih dalam Kristus,

Meski mungkin agak terlambat, namun belum sama sekali terlambat, saya ingin menyampaikan gagasan untuk panitia natal di paroki Anda, tentu melalui Anda sebagai pastor di paroki masing-masing.

Begini,

kesadaran dan kepedulian Gereja Katolik akan masalah lingkungan hidup dan pemanasan global makin hari memang terasa membaik, tentu saja bila dibandingkan dengan dua puluh-tiga puluh tahun lalu. Bahkan, Paus kita sekarang (Benedictus XVI) sering dijuluki Green Pope karena kepeduliannya pada masalah ini.

Nah, saya kira gua/kandang natal pun bisa menjadi sarana penyadaran umat akan hal ini. Maksud saya, bukan hanya sekedar membuat gua/kandang natal dari bahan daur ulang, tetapi membuat design yang memang bisa ‘menyodok’ kesadaran umat akan masalah lingkungan hidup dan pemanasan global. Kita ingat, kehadiran Yesus di Gua Beltlehem selama ini mau menyodok kesadaran kita akan krisis keserakahan dan kemudian kemiskinan dunia. karena itu, tidak salah juga kalau ada design yang dibuat sedemikian rupa, tanpa meninggalkan ciri khas natal. Misalnya, saya pernah melihat, ada kandang natal yang dibuat kecil, tetapi diletakkan di atas sebuah bola dunia yang meleleh.. Memang tidak konvensional, tetapi tidak keluar dari ‘pakem’ dan membuat kesadaran umat meningkat.

Sehubungan dengan itu, jika masih mungkin, mohon gagasan ini disampaikan kepada panitia natal supaya bisa ditindak-lanjuti. Mohon juga, kalau ada yang berhasil membuatnya, kandang/gua natal itu difoto lalu dikirim kepada saya untuk bisa disebarkan ke lebih banyak orang.

 

Rm. Andang B. SJ

___________________________________

Berikut saya kirimkan pesan dr Bapak Uskup mendukung imbauan Rm Andang SJ tsb, dg menambahkan satu nilai lain, yakni “kesederhanaan”:

“Para Romo terkasih, saya mendukung imbauan Romo Andang, SJ agar Paroki-paroki membuat dan menghias gua Natal dengan memperhatikan semangat kepedulian pada lingkungan hidup. Saya juga mengajak para Romo bersama Dewan Paroki untuk mengemas perayaan Natal dalam semangat kesederhanaan, sesederhana kandang Betlehem tempat Yesus dilahirkan, tidak perlu menggunakan hiasan-hiasan yang mewah. Dengan demikian perayaan Natal kita bersama mencerminkan kepedulian kita terhadap pentingnya kelestarian lingkungan hidup sekaligus selaras dengan semangat kita yang ingin berbela rasa dengan saudara-saudara yang lemah, miskin, terpinggirkan. Terima kasih. (I. Suharyo)”

Semoga imbauan Rm Andang Bapak Uskup tsb mampu kita wujudkan bersama2.

Catatan: Mohon para Sekretaris Dewan Paroki mengkomunikasikan hal ini kpd para Romo Paroki anggota DP lainnya utk ditindaklanjuti. Mohon bantuan jg kpd teman2 Sekretariat Paroki utk menginformasikan hal ini kpd Romo Dewan Paroki.

Terima kasih.

Salam,
Felix Iwan Wijayanto

 

 

____________________________

Rm Andang dan Rekan2 ytk

Sekedar bagi pengalaman saja dari Tere;

Untuk kandang kita pake pola kandang knockdown yang dirancang seorang arsitek yg juga mendalami pertamanan /landscape. Kandang bentuk tetap, tetapi setting latar dan hiasan bisa berubah2 sesuai tema dan suasana terkini. Misalnya kemarin diberi latar suasana merapi dan bencana alam lainnya. Kandang dibayangkan menjadi “tempat pengungsian”.

Dengan kandang bongkar pasang ini, kami mengajari untuk berhemat, tetapi sekaligus langkah kateketis yaitu menghias kandang Natal sbg bagian dari proses persiapan batin. Bertahap dengan menambahkan tokoh2 terlibat diwakili oleh penempatan patung2 ke dlm kandang. Tidak pake sistem SKS (sistem kebut semalam), kandang baru dibuat semalam sebelumnya.

Tahun lalu sehubungan dengan persembahan natal dari anak2 BIA ada yang menarik. Dalam misa anak 3 bulan sebelum Natal  masing2 anak2 diberi bibit tanaman pucuk merah untuk dirawat di pot di rumah masing2. Pada waktu Natal dibawa untuk menghiasi kandang natal. Sekedar usaha menanamkan kecintaan terhadap lingkungan dan budaya merawat kehidupan.

Pohon Natal juga dibuat secara tematis sesuai ide kreatif OMK.

Tahun 2009 pohon natal dari botol2 bekas yang dikumpulkan dari umat juga botol2 bekas waktu kegiatan. DIbersihkan dan dihias. Lalu setelah natal selesai, botol2 dijual dan diberikan untuk sumbangan sosial. Proses dan pengalaman bersama2 OMK mengumpulkan, membersihan, menghias pohon natal kreasi OMK, pasti jauh lebih indah dan bermakna. Tahun 2010, pohon natal dari pohon cemara beneran dan cukup besar, sumbangan umat yang mau renovasi rumah sehingga terpaksa potong pohon cemara kesayangan. Daripada dibuang sayang, lalu dipasang di gereja Teresia.

Tahun 2011: pohon natal akan dihias dari boneka2 bekas sumbangan anak2 dan umat. Boneka2 akan dibersihkan lalu diletakkan di kerangka pohon natal dari bambu. Setelah Natal selesai, boneka2 akan dilaundry dan dikemas rapi, lalu akan di sumbangakan ke panti asuhan anak-anak. Selain itu, khusus tahun 2011 juga dibuat suatu Patung Kanak2 Yesus ukuran bayi, nuansa nusantara, karya anak negeri sendiri yaitu seniman keramik F. Widayanto. Patung ini ditambahkan untuk melengkapi sarana devosi umat karena terinspirasi pengalaman hidup pelindung paroki yaitu St. Theresia Kanak Kanak Yesus. Moga2 dengan cara itu patung tidak lantas masuk lemari atau gudang setelah masa natal usai, tetapi dimuliakan sebagai sarana devosi bagi umat.

Moga2 PULA terjadi pembaharuan hidup seturut teladan st. Theresia yang mengalami “perjumpaan” dengan Tuhan melalui Kanak-Kanak Yesus di malam natal. Yang jelas tidak hanya berhenti pada devosi tetapi transformasi hidup…. SEMOGA!

sekian kabar dari tere.

pax

hani

___________________________________

Foto Kandang Paroki St. Monika Serpong.

Oleh: Didi (ddliman@yahoo.com)

Kandang Natal 2011, Paroki St. Monika Serpong. Dibuat dari botol bekas air mineral.