LOMBA DESAIN LOGO/LAMBANG KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

.

TAHUKAH ANDA, SUDAH 205 TAHUN KAJ BERDIRI…

TONGKAT KEGEMBALAAN USKUP AGUNG KITA
MASIH BERASAL DARI PAROKI SITTARD?

Tongkat Uskup adalah salah satu tanda wewenang khusus jabatan Uskup dan ciri khas kepenuhan Sakramen Imamat. Tanda lainnya adalah Salib dada, Cincin, Mitra, dan Pallium (khusus Uskup Agung). Tongkat Uskup (Baculus Pastoralis) melambangkan peran Uskup sebagai Gembala Baik yang meneladan Yesus Kristus, Sang Gembala Utama. Sebagai Gembala Baik, seorang Uskup memimpin kawanan umat beriman, membimbing dan melindungi mereka sampai kepada Keselamatan. Sebab itu, tongkat Gembala merupakan simbol yang paling tepat bagi jabatan uskup.

Tongkat yang sekarang dipakai oleh Bapak Uskup Agung Keuskupan Agung Jakarta turun-temurun berasal dari paroki Sittard, Belanda. Tongkat itu adalah hadiah umat paroki Sittard kepada gembalanya Mgr. A.C. Claessens, Pr (1874 – 1893) yang ditahbiskan dan diutus menjadi Vikaris Apostolik ketiga di tanah misi Batavia pada tanggal 16 Juni 1874. Di atasnya tertulis: “Huldeblijk van Sittard 1875″ dengan lambang paroki Sittard dan memiliki arti secara harafiah sebagai “Persembahan Syukur dari Sittard 1875”.

Gereja Jakarta sudah berusia 205 tahun namun sampai saat ini tongkat itu belum tergantikan oleh persembahan yang berasal dari Gereja kita sendiri. Maka sudah seharusnya, tongkat penggembalaan Bapak Uskup Agung kita ditandai dan berlambang Keuskupan Agung Jakarta. Namun, Keuskupan Agung Jakarta belum memiliki logo atau lambang. Dalam rangka inilah, antara lain diselenggarakan:

.

LOMBA DESAIN LOGO/LAMBANG KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Lomba diharapkan menghasilkan sebuah logo/lambang yang merefleksikan Keuskupan Agung Jakarta sebagai Gereja yang memiliki spiritualitas, semangat, dan identitas:

“GEMBALA BAIK DAN MURAH HATI”

Dasar Pemikiran

“Gembala Baik dan Murah Hati” tepat menjadi logo/Lambang Keuskupan Agung Jakarta karena spiritualitas ini telah hidup dan dihidupi sepanjang sejarah Gereja Keuskupan Agung Jakarta. Arah Dasar Pastoral 2011-2015 juga jelas menyatakan landasan karya dan spiritualitas KAJ, ialah “Gembala Baik dan pelayanan yang murah hati”. Landasan karya ini menjadi inspirasi dan semangat gerak kehidupan Gereja sekaligus “IDENTITAS” yang diharapkan tampak dalam keseharian hidup dan pelayanan setiap orang yang mengaku sebagai murid-murid Tuhan dalam kesatuan Gereja Keuskupan Agung Jakarta, sebagaimana Tuhan berkata, “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” (Yoh. 10: 14). Tuhan juga bersabda, “Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6:36).

Latar belakang penamaan logo/lambang ini, bukan hanya memperlihatkan situasi dan kebutuhan sekarang tetapi juga menjadi tanda kehadiran Allah dalam perjalanan sejarah Gereja Jakarta. Sang “Gembala Baik dan Murah Hati” menghimpun dan menyatukan umat Allah dalam peziarahannya menjadi Gereja Keuskupan Agung Jakarta sejak 8 Mei 1807.

“Gembala Baik dan Murah Hati” hadir dalam Keuskupan Agung Jakarta yang meliputi Jakarta, Tangerang dan Bekasi (JaTaBek) dan menyatukan umat dalam kesatuan visi di 8 dekenat dengan 62 paroki di tahun 2012 dan akan terus bertambah di masa-masa mendatang. Dia juga mempertemukan dan menghimpun orang-orang atas dasar kesamaan/kedekatan perhatian, minat, bidang panggilan, atau profesi tertentu ke dalam komunitas-komunitas kategorial. “…Mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” (Yoh. 10:16). Kehadiran Sang “Gembala Baik dan Murah hati” menyatukan beragam suku, ras, budaya, tradisi, agama, aneka aliran politik, dan ragam tingkat sosial ekonomi di JaTaBek. Dia juga mencari mereka yang tersesat sehingga tidak ada satu pun yang merasa sendiri atau ditinggalkan (bdk. Mat.18:12-14). Dia menampilkan wajah Allah, Bapa yang murah hati melalui keterlibatan dalam berbagai keprihatinan umat dan masyarakat.

.

KETENTUAN LOMBA DESAIN LOGO/LAMBANG
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Ketentuan Umum:
1. Lomba ini dimaksudkan untuk menghasilkan desain logo/lambang Keuskupan Agung Jakarta sepanjang peziarahannya yang dapat diaplikasikan ke dalam pelbagai media, seperti Tongkat Uskup, Hiasan Mitra Uskup, Website, Cap/Stempel, Kop Surat/Amplop, dll.

2. Lomba ini terbuka dan berlaku untuk umum, per-orangan maupun kelompok, beragama Katolik. Melampirkan identitas diri (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, pendidikan terakhir, pekerjaan, alamat rumah, alamat kantor, nomor telp./HP dan Paroki) dan fotocopy KTP/SIM/identitas lainnya.

3. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 3 (tiga) desain logo/lambang dan setiap peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.

4. Semua desain logo/lambang harus merefleksikan spiritualitas dan semangat “Gambala Baik dan Murah Hati” beserta dasar-dasar pemikirannya.

5. Desain logo/lambang wajib disertai lampiran keterangan gambar logo/lambang yang memuat latar belakang konsep pemikiran rancangan, dan harus mampu menjelaskan secara rinci jenis, bentuk, warna, makna dan maksud yang menjadi alasan desain tersebut.

6. Semua karya/rancangan desain yang dikirim oleh peserta haruslah karya orisinal/asli, belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba mana pun.

Ketentuan Khusus:
1. Desain logo/lambang dimuat dalam bentuk gambar yang jelas berupa 1) print-out ukuran minimal A4 atau kertas gambar, dan 2) dalam bentuk CD. Desain Logo/Lambang masih bisa jelas bila diperkecil sampai dengan ukuran 2 x 2 cm.
2. Karya/desain dalam bentuk gambar/print-out dan CD dimasukkan dalam amplop tertutup. Dilampirkan keterangan desain dan identitas diri. Tuliskan “Sayembara Logo/Lambang Keuskupan Agung Jakarta” di sudut kiri atas amplop dan dikirim kepada penyelenggara: KOMISI KOMSOS KAJ dengan alamat: Gedung Karya Pastoral KAJ Jl. Katedral No. 7 Jakarta Pusat 10710, tlp. 021-3519193, selambat-lambatnya tgl. 1 SEPTEMBER 2012
3. Pengumuman hasil lomba pada tanggal 15 September 2012 dimuat di website KAJ www.kaj.or.id atau di “INFO GEMBALA BAIK” edisi Oktober 2012 dan penyerahan hadiah akan dilakukan dalam sebuah acara yang akan diatur kemudian oleh team logo/lambang KAJ bersama Komisi Komsos KAJ.
4. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu-gugat.
5. Hasil rancangan desain yang masuk kategori pemenang menjadi milik Keuskupan Agung Jakarta dan tidak mutlak diterima sebagai hasil final akan tetapi akan diadakan penyempurnaan sesuai penilaian Dewan Juri dan team Logo/Lambang KAJ.
Demikianlah Dasar Pemikiran dan Ketentuan Lomba Logo/Lambang Keuskupan Agung Jakarta.

.

Jakarta, 15 Juni 2012
Hormat kami,

Harry Sulistyo, Pr
Ketua Komisi Komsos KAJ

DOWNLOAD POSTER LOMBA DESAIN LOGO/LAMBANG KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA 

PDF Creator    Send article as PDF   

Leave a Reply

© 2014 Keuskupan Agung Jakarta - Binus.ac.id.

Designed by Raka-KAJ : Hak Cipta Dilindungi.

To Diet Latest Gadget

Facebook

Ke Atas Official Website KAJ ARAH DASAR PASTORAL KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA 2010 - 2015 |