VISI Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta yang dibangun dan dikembangkan menjadi Umat Allah
| •
| yang semakin setia sebagai murid-murid Yesus dalam menanggapi Kabar Gembira keselamatan-Nya dan
| | • | yang semakin setia sebagai saksi dan utusan-Nya di mana pun mereka hidup dan bekerja.
|
MISIMemberdayakan lingkungan teritorial paroki dan kelompok kategorial agar menjadi umat basis yang semakin berkualitas dalam hal:
| •
| Iman: berpusat dalam perayaan Ekaristi, diperdalam dengan pendalaman sabda Tuhan dan ajaran Gereja, dihayati dalam penerimaan sakramen-sakramen;
| •
| Persaudaraan: makin dibangun ke dalam (antar sesama orang beriman) dan makin inklusif (dengan tetangga se-RT/RW) dengan kesadaran bahwa kita adalah saudara sesama ciptaan Tuhan dan sesama sebangsa-setanah air; | | • | Pelayanan: dengan tulus peduli pada mereka yang miskin dan terpinggirkan di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi sehingga kehadiran Gereja Katolik memberi makna bagi sesama, terutama yang menderita. | Strategi yang dipilih adalah pastoral gembala baik, dengan meneladan Yesus Kristus, Sang Gembala Utama yang senantiasa mencari domba-domba-Nya yang tersesat dan hilang. Secara kreatif perlu ditemukan cara-cara untuk menggembalakan umat, terutama mereka yang kurang tersapa lewat jalur-jalur struktural, agar akhirnya mereka mengalami penggembalaan Yesus Kristus sendiri. Pemberdayaan umat basis juga menggulirkan gerakan habitus baru dalam hal lingkungan hidup (sampah) dan pekerja (terutama pekerja rumah tangga dan buruh). Diharapkan, gerakan habitus baru mewujudkan tanggung jawab umat beriman pada lingkungan hidup, yakni tempat tinggal dan mereka yang hidup bersamanya. |
|
Last Updated ( Wednesday, 07 January 2009 )
|