Home BERITA KAJ WKRI: Bercocok Tanam Zaman Now

WKRI: Bercocok Tanam Zaman Now

221

Yesaya 6: 3 seluruh bumi penuh kemuliaanNYA.
“Lima tahun lalu, Wanita Katolik RI menggagas gerakan BBM = Bawa Botol Minum. Gerakan itu berhasil membawa perubahan untuk anggota dan lingkungannya. Peserta rapat dan kegiatan WKRI sudah menjadi terbiasa untuk membawa botol minum sendiri. Dalam Rapat Koordinasi Daerah ( Rakorda ) yang lalu kembali dicetuskan gerakan menanam sayuran, minimal untuk konsumsi sendiri. Kegiatan Pelatihan Ketahanan Pangan ini bertujuan untuk membantu kita dalam mewujudkannya. Ini harus menjadi kebiasaan kita juga,” sambutan Presidium Wanita Katolik RI DPD Jakarta, Ibu Marisstella Miranda, itu disampaikan pada pembukaan Pelatihan Ketahanan Pangan.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Wanita Katolik RI DPD Jakarta Bidang Kesejahteraan. Ibu Wiwiek sebagai Ketua Panitia menyebutkan bahwa peserta yang hadir berjumlah 109 orang yang merupakan utusan dari cabang. Sebenarnya peminatnya lebih dari itu, namun dibatasi agar peserta benar-benar bisa menyerap ilmu yang diberikan oleh nara sumber.

Kegiatan yang diadakan di Gedung LDD, Katedral Jakarta pada Sabtu, 14 April 2018 ini mengundang pemerhati lingkungan Bapak Gunawan Ananto dan timnya. Nara sumber utama adalah DR. Nico Wanandy. Ilmuwan jebolan UNSW Australia ini menjelaskan tentang Urban Farming ( Tani Kota ). Praktek untuk bertani kota membutuhkan komitmen. Salah satunya komitmen untuk memperbaiki kualitas tanah di sekitar kita. Rasa cintanya pada Indonesia terlihat dari keinginannya untuk membagikan ilmunya. Ilmu yang diharapkan juga akan ditularkan oleh para peserta pelatihan kepada teman-teman di Cabang dan sekitarnya. “Bukan ego system tapi eco system yang harus kita perbaiki, pelihara dan manfaatkan,” kata pakar ini.

Jeanny Budiman yang sebelumnya juga banyak belajar dari nara sumber menunjukkan bermacam hasil tanamannya. Tanaman yang ditanam hanya dengan media pot. Para peserta sempat terkagum-kagum melihat pemaparan para nara sumber yang memperlihatkan perbedaan menanam dengan pupuk kimia sintetik dan yang tanpa menggunakannya.

?Peserta juga diajak praktek membuat bokashi subur plus. Ini adalah cairan hasil kumpulan dari kultur mikroba-mikroba positif yang menguntungkan bagi ekosistem tanah ( sebagai media tanam ) dan pembentuk hara dan nutrisi-nutrisi bagi tanaman. Selain teori dan praktek, para peserta juga diberikan bibit beberapa tanaman seperti okra, terung, tomat, dll. Peserta mengatakan puas dengan pelatihan ini. Apalagi peserta mendapatkan piagam penghargaan yang juga bermanfaat.

?Alam sudah menyediakan semua. Tugas kita untuk menjaga dan memeliharanya. Terima kasih Wanita Katolik RI karena telah membuka jendela pengetahuan anggotanya dengan mengadakan kegiatan ini! ( Yuni Wulur )

SHARE